News

  • Follow Us

Bedah Buku Anak Ajaib

Date: December 2, 2011 Author: animaharefa Categories: News

Karangan Andyda Meliada
Penerbit : Andyda Yogyakarta

Ajaib bagi setiap anak adalah mungkin dan menjadi ajaib adalah hak setiap anak. Maka perlu proses dan peran orang tua dalam pengasuhan anak ajaib.

Pics01-K08News02Des2011

Peran orang tua sangat menentukan keberhasilan seorang anak untuk tumbuh dengan baik bahkan sejak bayi dalam kandungan seorang ibu perlu menjaga dan hati – hati agar buah hati yang dinantikan lahir dengan sempurna . Orang tua memperhatikan perkembangan anak dalam kehidupannya sehari – hari terutama memberikan dorongan, semangat, kasih sayang, pujian sehingga anak dengan senang hati, semangat untuk melakukan yang dia inginkan tanpa ada rasa takut yang berlebihan.

Orang tua mengarahkan bukan menentukan yang diinginkan orang tua tetapi sebagai orang tua kita memupuk keinginan anak sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Bakat yang dimiliki oleh anak akan tercapai karena latihan yang berulang-ulang dan kemauan yang ada dalam diri anak tersebut. Anak ajaib memiliki intelligence dan setiap anak berbeda satu sama lain. Ciri–ciri umum anak cerdas secara intelektual yaitu penuh perhatian, selalu bertanya, kemampuan bahasa tinggi, berpikir abstrak, memori kuat, motivasi tinggi dan tekun.

Sebagai orang tua perlu sekali kita memperhatikan menu untuk anak–anak. Pemeliharaan kesehatan anak adalah aspek yang esensial demi mewujudkan anak ajaib. Mencegah penyakit sama dengan menabung cadangan energi untuk bertumbuh dan berkembang optimal. Satu hal yang perlu dipertimbangkan juga adalah memiliki agenda kesehatan yaitu catatan riwayat kelahiran dan kesehatan orang tua yang detil. Seorang ibu mendapat kesempatan untuk memantau puplikasi ilmiah para pakar parenting dan pakar ilmu anak sebagai hasil penelitian mereka.

Timothy nama anaknya sejak dalam kandungan diperdengarkan dengan jenis musik klasik, membacakan buku – buku sejak bayi dan hasilnya ketika berusia dua tahun mampu mengingat 25 kisah “Thomas the thank engine”. Sejak umur dua tahun Timothy minta kepada orang tuanya untuk dibacakan buku minimal dua jam sehari, berjalan kaki sejauh dua km setiap hari dan bermain bola di lapangan. Menginjak usia tiga tahun mulai biasa menulis tanpa latihan khusus untuk menulis. Memasuki usia empat setengah tahun Timothy ikut les piano secara formal, pelajaran piano yang biasa diselesaikan anak rata–rata selama empat bulan, sanggup diselesaikan dalam sebulan.

Pada usia ke lima Timothy mulai terlatih memainkan karya komponis besar yang biasa dimainkan orang dewasa. Timothy juga mengadakan konser tunggal saat usia tujuh tahun dimana dia mempersiapkan tujuh belas lagu dimainkan tanpa buku atau di luar kepala. Jadi bakat seorang anak tidak akan berkembang secara maksimal tanpa dipupuk, sebaliknya dengan bimbingan yang tepat anak akan mampu meraih hasil yang tertinggi.

-Anima Harefa-